Agenda KegiatanBeritaPUBLIKASI

Bawaslu Kota Bima Gelar Sosialisasi Pengawasan Partisipatif Bersama Kelompok Pengrajin Batu Bata

Idhar, S.Sos dan Asrul Sani, SE Anggota Bawaslu Kota Bima pada acara Sosialisasi Pengawasan Pemilu Partisipatif kepada Kelompok Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga Pengrajin Batu Bata Kelurahan Matakando

Kota Bima, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Bima menggelar sosialisasi pengawasan pemilu partisipatif kepada kelompok pemberdayaan kesejahteraan keluarga pengrajin batu bata, (Rabu, 13 Juli 2022) di Saung Lingkungan Rabantala Kelurahan Matakando

Kegiatan dihadiri Anggota Bawaslu Kota Bima Idhar, S. Sos, Asrul Sani, SE, Lurah Matakando, Masykur, SH, dan 30 orang Kelompok Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga Pengrajin Batu Bata.

Dalam sambutanya, Idhar menyatakan, bicara kualitas Pemilu, harus ada partisipasi masyarakat, Bawaslu berusaha memperluas makna partisipasi politik, partisipasi tidak terbatas pada saat kita mendatangi TPS saja, masyarakat harus secara aktif ikut mengawal setiap proses tahapan pemilu.

“Pengawasan partisipatif merupakan wadah kolaborasi antara Bawaslu dengan masyarakat dalam meningkatkan fungsi pencegahan dan pengawasan.” tegas Idhar dalam sambutannya.

Sosialisasi pengawasan partisipatif mempunyai tujuan agar masyarakat sadar akan pentingnya menjaga perilaku yang dapat merusak sendi-sendi demokrasi, sehingga mampu mendorong Pemilu yang berkualitas dan bermartabat.

“Karakteristik pengawasan partisipatif, mendorong pemilu kita yang berkualitas dan bermartabat, membangkitkan kesadaran perilaku yang dapat merusak sendi-sendi demokrasi” jelas koordinator divisi pengawasan, hubungan lembaga dan hubungan masyarakat (PHL) Bawaslu Kota Bima.

Dalam kegiatan ini hadir sebagai narasumber Asrul Sani, SE, setiap penyelenggaraan pemilu selalu muncul potensi kecurangan yang dapat mempengaruhi hasil pemilu. Kecurangan pemilu dapat muncul dalam berbagai bentuk dalam setiap tahapan Pemilu.

“Kecurangan dalam pemilu tidak hanya dalam bentuk janji-janji kampanye melainkan juga dalam berbagai perbuatan yang nyata-nyata dapat secara langsung mempengaruhi hasil pemilu, money politik, isu sara, penggelembungan suara/jual beli suara, mobilisasi massa” ungkapnya

Untuk mencegah terjadinya kecurangan dalam setiap tahapan pemilu, peran serta masyarakat dalam pengawasan pemilu sangat diperlukan dalam memastikan terwujudnya pemilu yang bersih, transparan, dan berintegritas dari sisi penyelenggara dan penyelenggaraannya.

“Keterlibatan masyarakat dalam setiap tahapan pemilu menjadi langkah strategis untuk mengawal proses demokrasi sehingga dapat menghasilkan pemimpin yang amanah dan berkualitas”, terangnya.

Dirinya mengajak kelompok pemberdayaan kesejahteraan keluarga pengrajin batu bata untuk berperan aktif ikut mengawasi semua tahapan penyelenggaraan Pemilu. Karena partisipasi masyarakat menjadi salah satu indikator peningkatan kualitas demokrasi dan kehidupan politik khususnya di Kota Bima.

“Sosialisasi ini sebagai upaya Bawaslu untuk memberikan pendidikan politik sekaligus mengajak semua unsur untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam Pemilu,” ungkap Kordiv SDMO Data dan Informasi Bawaslu Kota Bima.

Asrul juga meminta agar kelompok pemberdayaan kesejahteraan keluarga pengrajin batu bata menjadi mitra strategis Bawaslu Kota Bima untuk mencegah terjadinya pelanggaran pemilu sekaligus mengawasi seluruh tahapannya. Bahkan dapat melaporkan dugaan pelanggaran pemilu di wilayahnya masing-masing kepada Pengawas Pemilu. “Minimal kelompok penyandang disabilitas yang ada di Kota Bima ini, bukan sebagai pelaku pelanggaran pemilu itu sendiri,” harapnya mengakhiri paparan materinya. (Humas Bawaslu Kobi).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *