Berita

Bawaslu Kota Bima Sosialisasi Pengawasan Pemilu Partisipatif Bersama Kelompok Perempuan

Ketua & Anggota Bawaslu Kota Bima bersama, anggota KPU Kota Bima, Kepala Badan Kesbangpol Kota Bima, Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kota Bima, PKK Kota Bima, PD Nasyiatul Aisyiyah (NA) Kota Bima, Kohati Cabang Bima, Kopri PMII Cabang Bima, Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI), Persatuan Wanita Kristen Indonesia (PWKI), Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT), Wanita Khatolik Republik Indonesia (WKRI), Panwaslu Kecamatan, Pengawas Kelurahan dan Staf Panwaslu Kecamatan. (

Kota Bima, Bawaslu Kota Bima menggelar sosialisasi pengawasan pemilu partisipatif bersama kelompok perempuan, Rabu (17/5/2023) di Hotel Camelia.
Kegiatan dibuka Ketua Bawaslu Kota Bima Muhaemin dan dihadiri Anggota Bawaslu Asrul Sani dan Idhar.

Menghadirkan dua narasumber dari KPU Kota Bima Yeti Syafriati S.Sos dan Kepala Badan Kesbangpol Kota Bima Dr Muhammad Hasyim, S.Sos.
Tema yang diusung dalam sosialisasi pengawasan pemilu partisipatif kali ini adalah “Perempuan Tangguh Awasi Pemilu”.

Anggota Bawaslu Kota Bima Asrul Sani mengatakan, kegiatan sosialisasi pengawasan partisipatif sebagai upaya Bawaslu Kota Bima dalam menggandeng berbagai stakeholder atau elemen masyarakat agar menjadi bagian yang akan turut terlibat aktif dalam pengawasan pemilu.
“Kali ini sosialisasi pengawasan pemilu partisipatif kita laksanakan bersama kelompok perempuan,” katanya.

Menjadi tugas Bawaslu untuk meningkatkan partisipatif masyarakat dalam pengawasan pemilu dan pemilihan. Pada pemilu serentak tahun 2024 yang tahapan sedang berjalan, keterlibatan masyarakat khususnya kelompok perempuan menjadi penting. Karena perempuan juga memiliki hak yang sama dan setara dengan kaum laki-laki.
“Negara sudah menjamin bahwa perempuan juga memiliki hak dan kewajiban yang sama dalam penyelenggaraan negara. Termasuk menjadi penyelenggara negara, penyelenggara pemilu dan menjadi pemimpin bangsa ini,” tegas Anggota Bawaslu yang juga Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa.

Sementara Kordiv Pencegahan, Hukum, Humas dan Partisispasi Masyarakat Idhar menjelaskan bahwa sosialisasi pengawasan partisipatif bersama kelompok perempuan, untuk memastikan kaum hawa terlibat langsung dan aktif dalam mengawasi seluruh tahapan penyelenggaraan Pemilu dan pemilihan.

Sosialisasi seperti ini kata dia telah beberapa kali dilaksanakan bersama kelompok-kelompok masyarakat. Sejumlah komunitas dan kelompok masyarakat yang dilibatkan dalam sosialisasi pengawasan pemilu partisipatif diantaranya Kelompok Pengrajin batu bata, kelompok tani, kelompok nelayan, buruh pelabuhan dan kelompok lainnya.
“Ini kita harapkan agar semua kelompok masyarakat termasuk kelompok perempuan agar ikut terlibat aktif dalam pengawasan pemilu,” harapnya.

Ketua Bawaslu Kota Bima Muhaemin saat membuka kegiatan sosialisasi menjelaskan, pemilu tahun 2024 menjadi milik seluruh warga negara dan bukan milik penyelenggara pemilu atau kelompok-kelompok tertentu. Sehingga seluruh warga negara baik laki-laki maupun perempuan memiliki hak yang sama di dalam penyelenggaraan pemilu.

Sebagaimana motto Bawaslu “Bersama rakyat awasi pemilu” ini mengandung makna bahwa Bawaslu sebagai lembaga yang ditugaskan untuk mengawasi pemilu memiliki keterbatasan terutama dalam hal jumlah pengawas pemilu. Sehingga Bawaslu mengajak seluruh rakyat dari berbagai komunitas dan kelompok masyarakat ikut terlibat secara aktif dalam mengawasi pemilu ataupun pemilihan.

Motto “Bersama Bawaslu tegakkan keadilan pemilu”, mengandung makna bahwa dalam pengawasan, penanganan pelanggaran dan sengketa proses pemilu, adalah dalam rangka menegakkan keadilan pemilu.
“Kita berharap para perempuan tangguh Kota Bima agar menjadi bagian yang akan mengambil peran penting dalam pengawasan pemilu,” harap Muhaemin.

Sosialisasi Pengawasan pemilu partisipatif yang digelar Bawaslu Kota Bima melibatkan sejumlah kelompok dan komunitas perempuan. Diantaranya Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kota Bima, PKK Kota Bima, PD Nasyiatul Aisyiyah (NA) Kota Bima, Kohati Cabang Bima, Kopri PMII Cabang Bima, Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI), Persatuan Wanita Kristen Indonesia (PWKI), Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT), Wanita Khatolik Republik Indonesia (WKRI), Panwaslu Kecamatan, Pengawas Kelurahan dan Staf Panwaslu Kecamatan. (Humas Bawaslu Kobi)

Foto: Marwan’S

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *