Waspadai Ancaman AI, Ketua Bawaslu Rahmat Bagja Ingatkan Bahaya Disinformasi Jelang Pemilu 2029
|
Jakarta - Ketua Bawaslu RI Rahmat Bagja mengingatkan seluruh jajaran penyelenggara pemilu untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Menurutnya, disinformasi digital berpotensi menjadi tantangan terbesar dalam penyelenggaraan Pemilu 2029.
Bagja menyoroti kemunculan teknologi deep fake yang mampu memanipulasi wajah dan suara secara sangat mirip dengan aslinya. Ia menilai kondisi tersebut berbahaya karena regulasi yang mengatur masih terbatas, sehingga langkah pencegahan harus segera diperkuat.
“Kita punya masalah besar di era AI, ada deep fake yang bahasa dan wajah bisa disamakan. Itu sangat bahaya karena aturannya belum ada. Pencegahan ini penting kita bahas bersama,” ujar Bagja dalam Kick Off Ngabuburit Pengawasan Bawaslu Yogyakarta yang digelar secara daring, Selasa (24/2/2026).
Ia juga meminta Bawaslu Provinsi dan Bawaslu Kabupaten/Kota untuk terus memperkuat kerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor sangat dibutuhkan, terutama dalam menghadapi kompleksitas pengawasan di era digital yang semakin berkembang.
Bagja menegaskan Bawaslu telah menjalin sinergi dengan berbagai pihak, seperti organisasi masyarakat sipil, platform digital, hingga komunitas pemeriksa fakta. Upaya ini dinilai penting untuk meminimalisir penyebaran disinformasi di ruang digital.
“Alhamdulillah kita terus bekerja sama dengan berbagai stakeholder untuk mengantisipasi persoalan disinformasi, misalnya dengan Mafindo, NGO lainnya, serta platform media seperti Meta, Google, dan TikTok, sehingga bisa meminimalisir permasalahan di ruang digital,” jelasnya.
Selain itu, ia menyoroti pemilih pemula sebagai kelompok yang perlu mendapat perhatian khusus. Generasi muda yang akrab dengan teknologi digital dinilai rentan terpapar hoaks maupun kampanye hitam. Oleh karena itu, ia mendorong penguatan literasi digital, termasuk kebiasaan melakukan cek fakta terhadap setiap informasi yang diterima.
“Ramadhan ini menjadi momentum introspeksi, berpikir kembali sebagai sebuah bangsa dalam menghadapi ujian ke depan. Kita berharap seluruh jajaran Bawaslu dapat menjalankan tugasnya dengan baik di tengah kecanggihan digital yang terus berkembang,” pungkas Bagja.
Penulis: Marwan's
Foto: Dok. Bawaslu RI
Sumber: Bawaslu RI