Berita

Pastikan Data Pemilih Potensial untuk Pemilihan Serentak 2024, Bawaslu Koordinasi dengan Dukcapil

Kota Bima – Memastikan data pemilih untuk pemilihan serentak 2024 Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Bima melakukan koordinasi dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kota Bima, bertempat di Ruang Kerja Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan, Kamis (30/5/2024).

Kordiv Hukum Pencegahan Partisipasi Masyarakat & Humas (HP2H) Idhar menyampaikan tujuan koordinasi dengan Kepala Dinas Dukcapil untuk mendapatkan informasi serta upaya Bawaslu untuk menekan potensi kerawanan pada Pemilihan terkait data masyarakat yang sudah melakukan perekaman KTP Elektronik dan data penduduk potensial yang akan berumur 17 tahun pada hari pencoblosan 27 November 2024.

“Permasalahan yang paling besar pada setiap pemilu maupun pemilu adalah data pemilih, termasuk yang digugat oleh peserta pemilu April kemarin di Mahkamah Konstitusi (MK) adalah persoalan data pemilih.” Jelas Idhar.

Adanya pemilih tanpa KTP-e berdampak pada tidak terpenuhinya syarat mereka sebagai pemilih untuk menggunakan hak pilihnya di tempat pemungutan suara (TPS).

“Basis kedatangan untuk memilih di TPS adalah e-KTP, itu sarat  untuk menggunakan hak pilih,” Kata Idhar.

Didepan kepaladinas Dukcapil Kota Bima Idhar menjelaskan bahwa beberapa hari lagi PengawasKelurahan/Desa (PKD) akan dilantik, kami akan mengoptimalkan seluruh jajaran termasuk PKD untuk menelusuri pemilih potensial yang tersebar di Kota Bima. Tentunnya berbasis data yang ada di Dukcapil.

Sementara itu Kepala Dinas Dukcapil Kota Bima Hj. Mariamah SH menyambut Kunjungan Bawasalu Kota Bima kerja menyampaikan terima kasih atas kunjungan Bawaslu Kota Bima, sebagai mitra kerja yang konsen terhadap pengawasan data penduduk sebagai basis data pemilih pada pemilu maupun pemilihan.

Mariamah menjelaskan bahwa masyarakat Kota Bima yang telah melakukan perekaman KTP-e sudah mencapai 99%. Sementara penduduk yang berpotensi akan berumur 17 tahun pada tanggal 27 November 2024 nanti sebanyak 2.045 orang. Yang tersebar di 5 Kecamatan dengan rincian Kecamatan Rasanae barat 422 orang, Raba 517 orang, Asakota 476 orang, Mpunda 396 orang dan Rasanae Timur 243 orang.

Terhadap 2.045 ini kami sudah merinci dan dan membagi berdasarkan kelurahan sampai dengan RT/RW dan sudah disampaikan ke Kepala Kelurahan masing-masing untuk dicek kesesuaiannya. Kata Hj. Mariamah.

Sedangkan untuk perekamannya kami melakukan pola jemput bola, dengan membuka layanan keliling di setiap kelurahan agar mempermudah masyarakat dalam perekaman KTP-el.

“ini kami lakukan setiap hari minggu di masing-masing Kelurahan, secara bergilir,” ungkapnya.

Jika selama ini kendala jaringan menjadi permasalahan dalam perekaman KTP-e, Alhamdulillah sekarang sudah aman, termasuk balangko untuk Kota Bima saat ini sudah cukup, tambah Hj. Mariamah.

Hj. Mariamah berharap Dukcapil dan Bawaslu dapat berkolaborasi dalam mensosialisasikan pentingkanya perekaman KTP-e untuk menghadapai Pemilhan 2024. (Humas Bawaslu Kota Bima)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *