Lompat ke isi utama

Berita

40 Kader P2P Bawaslu Kota Bima Ikuti Pendidikan Secara Daring

Tangkapan layar P2P

Tangkapan Layar pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P0 yang diselenggarakan oleh Bawaslu NTB pada Minggu (9/11/2025)

40 Kader Pengawas Partisipatif Bawaslu Kota Bima mengikuti Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) yang diselenggarakan oleh Bawaslu Provinsi NTB sebagai bagian dari program nasional Bawaslu Republik Indonesia. Kegiatan yang digelar secara daring pada Minggu (9/11/2025).

Selain Kader P2P Bawaslui Kota Bima, kegiatan ini diikuti kader pengawas partisipatif dari Kabupaten Bima dan Kabupaten Dompu.

Anggota Bawaslu Provinsi NTB Hasan Basri, dalam sambutannya menyampaikan pentingnya pendidikan pengawas partisipatif sebagai upaya memperkuat partisipasi publik dalam mengawal penyelenggaraan Pemilu yang jujur dan adil. Ia menegaskan, pengawasan bukan hanya tanggung jawab lembaga penyelenggara, melainkan bagian dari tugas moral seluruh warga negara.

“Pendidikan pengawas partisipatif adalah sarana untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat bahwa mereka memiliki peran strategis dalam menjaga demokrasi. Semangat pengawasan harus lahir dari masyarakat itu sendiri” ungkapnya.

Senada dengan Hasan, anggota Bawaslu NTB Syaifuddin, menekankan pentingnya mengembangkan gerakan pengawasan partisipatif secara berkelanjutan. Ia mengingatkan, bahwa semangat partisipasi masyarakat harus terus dijaga agar pengawasan Pemilu tidak berhenti pada kegiatan pelatihan. Hal ini penting, sebagai bentuk optimisme Bawaslu dalam menjaga dan melindungi integritas pemilu selanjutnya.

“Kita ingin kegiatan seperti ini menjadi langkah awal terbentuknya jaringan pengawasan masyarakat yang kuat, mandiri, dan mampu memberi kontribusi nyata. Jadi kegiatan ini tidak hanya sebatas, namun bukti nyata pengawas bergerak secara terus menerus dan bekerja secara nyata” ujarnya

Penulis: Humas Bawaslu Kobi

Foto: Dok Bawaslu NTB

Sumber: Bawaslu NTB