Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Kota Bima Ikuti Sosialisasi Bawaslu Membelajarkan Volume 2 Tahun 2026

Zoom Sosialisasi Bawaslu Membelajarkan

Anggota Bawaslu Herwyn JH Malonda (kanan) saat membuka Sosialisasi Bawaslu Membelajarkan Volume 2 secara daring di Jakarta, Senin (3/8/2026).

Kota Bima - Bawaslu Kota Bima mengikuti Sosialisasi Surat Edaran Nomor 23 Tahun 2026 tentang Tahap Awal Seleksi Bawaslu Membelajarkan Volume 2 Tahun 2026 yang diselenggarakan Bawaslu RI secara daring melalui Zoom Meeting, Senin (03/08/2026). Kegiatan tersebut menjadi langkah awal dalam membangun budaya organisasi pembelajar (learning organization) sekaligus memperkuat sistem manajemen pengetahuan (knowledge management) di lingkungan Bawaslu.

Program Bawaslu Membelajarkan Volume 2 Tahun 2026 mengusung tema "Ekosistem Kolaborasi untuk Pengawasan Pemilu 2029". Melalui program tersebut, Bawaslu RI mendorong seluruh jajaran untuk menghadirkan gagasan, inovasi, serta praktik-praktik terbaik yang mampu memperkuat kualitas pengawasan pemilu melalui kolaborasi di setiap tingkatan kelembagaan.

Dari Bawaslu Kota Bima, kegiatan diikuti Ketua Bawaslu Atina, Anggota Bawaslu Idhar dan Khairul Amar, Koordinator Sekretariat Subhan serta 3 orang staf.

Anggota Bawaslu Herwyn JH Malonda mengungkapkan, program Bawaslu Membelajarkan sebagai sarana memperkuat kapasitas sumber daya manusia (SDM) sekaligus meningkatkan literasi publik mengenai kepemiluan dan pengawasan pemilu. Menurutnya, pengembangan kapasitas internal perlu berjalan seiring dengan penyebarluasan pengetahuan kepada Masyarakat, ungkap Herwyn saat membuka sosialisasi program Bawaslu membelajarkan Volume 2.

Herwyn mengatakan program ini dirancang sebagai proses pembelajaran yang tidak hanya menghasilkan produk, tetapi juga membangun budaya belajar di lingkungan Bawaslu. Karena itu, menurutnya, setiap materi yang diproduksi harus memiliki substansi yang kuat dan dikemas melalui media yang mudah dipahami.

Ia juga menjelaskan bahwa pelaksanaan Bawaslu Membelajarkan tahun ini memiliki cakupan yang lebih luas dibandingkan tahun sebelumnya. Jika sebelumnya hanya melibatkan jajaran hingga tingkat provinsi, kini seluruh Bawaslu Kabupaten/Kota turut menjadi bagian dari proses seleksi dan kompetisi.

"Pelaksanaan tahun ini berbeda dengan tahun kemarin. Jika sebelumnya hanya melibatkan Bawaslu provinsi, maka tahun ini melibatkan sampai tingkat kabupaten/kota," ujar Herwyn.

Herwyn berharap seluruh Bawaslu provinsi serta kabupaten/kota berpartisipasi aktif dalam program tersebut. Nantinya, video pembelajaran yang dihasilkan akan menjadi bank pengetahuan Bawaslu yang dapat dimanfaatkan seluruh jajaran untuk mendukung pengembangan kapasitas secara berkelanjutan. Dia juga mengingatkan agar setiap satuan kerja tidak hanya mengejar kuantitas video, tetapi turut memastikan kualitas materi yang diproduksi sehingga mampu memberikan manfaat bagi publik.

Sementara itu, Kepala Pusat Penelitian, Pengembangan, Pendidikan, dan Pelatihan (Puslitbangdiklat) Bawaslu Roy Siagian mengatakan pengalaman penyelenggaraan Pemilu dan Pemilihan 2024 merupakan aset pengetahuan kelembagaan yang sangat bernilai. Menurutnya, pengetahuan tersebut perlu didokumentasikan, dikembangkan, dan didiseminasikan agar menjadi pembelajaran bersama bagi seluruh jajaran Bawaslu dalam memperkuat kapasitas menghadapi Pemilu dan Pemilihan 2029

Penulis: Marwan's

Foto: Marwan's & SC Zoom