Bawaslu Kota Bima Ikuti Sosialisasi Teknis Penyusunan IKU Pengawas Pemilu
|
Kota Bima - Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Bima, Atina mengikuti Sosialisasi Teknis Penyusunan Indikator Kinerja Utama (IKU) Pengawas Pemilu yang diselenggarakan oleh Bawaslu Republik Indonesia secara daring melalui Zoom Meeting, Jumat (24/7/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat pemahaman jajaran pengawas pemilu terhadap penyusunan dan penerapan IKU sebagai instrumen untuk mengukur kinerja lembaga maupun individu, khususnya dalam menghadapi masa non-tahapan pemilu.
Anggota Bawaslu Herwyn J.H. Malonda mengatakan penyusunan IKU tidak hanya menjadi instrumen administratif, tetapi juga alat untuk memastikan setiap pekerjaan memiliki arah yang jelas, ukuran keberhasilan yang objektif, serta kontribusi terhadap penguatan kelembagaan.
“Kita tidak lagi mengejar banyaknya kegiatan. Yang paling penting adalah mengejar manfaat yang nyata bagi masyarakat. Setiap pekerjaan harus memiliki arah, ukuran keberhasilan, serta dampak yang jelas bagi lembaga dan demokrasi,” ujar Herwyn saat membuka Sosialisasi Teknis Penyusunan Indikator Kinerja Utama Pengawas Pemilu via daring di Jakarta, Jumat (24/7/2026).
Menurut Herwyn, ukuran keberhasilan Bawaslu tidak berhenti pada banyaknya aktivitas yang dilaksanakan maupun laporan yang dihasilkan. Setiap program harus mampu menghasilkan koutput, outcome dan impact yang dirasakan masyarakat. Dengan pendekatan tersebut, kata dia, setiap individu di lingkungan Bawaslu diharapkan berkontribusi dalam membangun organisasi yang profesional, akuntabel, dan semakin dipercaya publik.
Sejalan dengan Herwyn J,H Malonda, Anggota Bawaslu RI Puadi menyampaikan bahwa IKU diperlukan untuk membangun orientasi kerja seluruh jajaran Bawaslu di setiap tingkatan agar memiliki arah dan target yang jelas.
“Indikator kinerja utama ini untuk membangun orientasi dari setiap anggota Bawaslu di seluruh tingkatan agar memiliki arah dan target kerja yang jelas. Dengan demikian, setiap program pengawasan dapat memberikan kontribusi terhadap tujuan Bawaslu dan semakin mempertajam IKU,” ujar Puadi.
Smentara itu, Anggota Bawaslu RI Totok Hariyono menegaskan bahwa IKU memiliki peran penting dalam mengukur kinerja jajaran Bawaslu, terutama pada masa non-tahapan pemilu.
“IKU ini sangat penting karena menjadi salah satu ukuran kinerja pada masa non-tahapan dan menjadi parameter kinerja pegawai,” kata Totok.
Menurutnya, masa non-tahapan harus dimanfaatkan untuk meningkatkan fleksibilitas kerja, memperkuat konsolidasi dengan masyarakat, serta membangun kesadaran bahwa jajaran Bawaslu merupakan bagian dari pekerja demokrasi.
“Kita harus menerapkan bahwa kita adalah pekerja demokrasi, bukan hanya pekerja Bawaslu. Puncak dari pemilu adalah proses penyampaian suara rakyat yang tidak dicuri. Musuh demokrasi adalah oligarki, dan Bawaslu digunakan untuk menegakkan demokrasi,” tegasnya.
Ketua Bawaslu Kota Bima, Atina menyambut baik pelaksanaan sosialisasi tersebut. Menurutnya, IKU menjadi instrumen penting untuk memastikan setiap jajaran Bawaslu memiliki ukuran kinerja yang jelas, terarah, dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Penyusunan IKU menjadi langkah penting untuk memastikan seluruh jajaran Bawaslu bekerja dengan arah dan target yang jelas. Kinerja pengawasan tidak cukup hanya diukur dari banyaknya kegiatan yang dilaksanakan, tetapi juga dari hasil dan dampak yang diberikan bagi penguatan demokrasi dan keadilan pemilu,” ujar Atina.
Ia menambahkan, penerapan IKU di lingkungan Bawaslu Kota Bima diharapkan dapat memperkuat budaya kerja yang profesional, terukur, dan berorientasi pada hasil.
Penulis: Marwan's
Foto: Screenshot Zoom
Sumber: Bawaslu RI