Bawaslu Kota Bima Perkuat Sinergi dengan Bakesbangpol dalam Pendidikan Politik dan Penguatan Demokrasi
|
Kota Bima - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Bima melakukan koordinasi dengan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) di Kota Bima untuk memperkuat sinergi dalam program pendidikan politik bagi pemilih pemula, Rabu (8/4/2026) din Kantor Kesbangpol Kota Bima.
Ketua Bawaslu Kota Bima Atina menyampaikan, tujuan koordinasi ini meningkatkan literasi dan kesadaran politik masyarakat, Mencegah pelanggaran pemilu sejak dini, Mewujudkan budaya politik yang beretika dan demokratis dan Meningkatkan partisipasi pemilih yang berkualitas.
“Bentuknya dapat berupa Program Edukasi Bersama seperti Sosialisasi pendidikan politik di sekolah” jelasnya.
Atina menjelaskan, sasaran pendidikan politik tahun ini tidak hanya menyentuh pelajar di tingkat SMA/MA, tetapi juga mulai diperluas kepada pelajar tingkat SMP/MTs, khususnya siswa kelas IX
Ini penting karena siswa kelas IX saat ini merupakan kelompok potensial yang akan tumbuh menjadi pemilih pemula pada Pemilu 2029 mendatang," ujarnya.
Ia menjelaskan, pendidikan politik tidak lagi menunggu mendekati tahapan pemilu, melainkan mulai ditanamkan sejak dini agar generasi muda memiliki fondasi demokrasi yang sehat dan kuat.
“Pemilih potensial harus dibekali dengan literasi yang baik agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang menyesatkan. Sikap kritis dan bijak menjadi kunci dalam menjaga demokrasi yang sehat,” tambahnya.
Kepala Badan Kesbangpol Kota Bima M Natsir mengatakan, kegiatan ini sangat penting sebagai bagian dari investasi demokrasi jangka panjang, terutama dalam menyiapkan generasi muda agar tidak tumbuh sebagai pemilih yang apatis, pragmatis, atau mudah terpengaruh praktik politik yang menyimpang.
Ini menjadi kegiatan yang sangat penting sebelum tahapan pemilu dimulai. Kesadaran berdemokrasi harus ditanamkan lebih awal, agar generasi muda memahami politik secara sehat, jujur, adil, dan berintegritas," ujarnya.
Kata dia, pendidikan politik terhadap pelajar perlu dilakukan secara berkelanjutan agar demokrasi tidak hanya dipahami sebagai rutinitas lima tahunan, tetapi sebagai bagian dari tanggung jawab warga negara.
Natsir juga menyinggung salah satu tantangan demokrasi saat ini adalah munculnya sikap pragmatis dalam berpolitik, terutama di kalangan generasi muda.
Menurutnya, hal itu harus segera diantisipasi agar esensi demokrasi tidak bergeser hanya menjadi soal kepentingan sesaat.
"Sikap pragmatis dalam berdemokrasi harus segera ditangani, terutama di kalangan pemuda. Demokrasi harus dipahami sebagai ruang untuk memilih masa depan, bukan sekadar kepentingan sesaat," tegasnya.
Sebagai bentuk dukungan, Kesbangpol Kota Bima memastikan akan mendampingi Bawaslu saat turun ke sekolah-sekolah, sekaligus membantu melakukan koordinasi lintas pihak agar pelaksanaan kegiatan berjalan lancar dan tepat sasaran.
Penulis: Marwan's
Foto: Marwan's