Meningkatkan Kompetensi dan Profesional, PPPK Bawalu Kota Bima Mengikuti Orientasi
|
Kota Bima - Tiga Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Tahun Anggaran 2025 di lingkungan Sekretariat Bawaslu Kota Bima mengikuti kegiatan Orientasi PPPK yang diselenggarakan oleh Bawaslu Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) secara daring, Kamis (2/7/2026).
Kegiatan Orientasi kelas kedua ini diikuti oleh seluruh PPPK Bawaslu Se NTB termasuk tiga peserta dari Sekretariat Bawaslu Kota Bima yakni adalah Marwan Suhadi, Hanafi dan Lukman Nulhakim. Orientasi ini menjadi langkah awal dalam membangun karakter, integritas, dan profesionalisme Aparatur Sipil Negara (ASN) baru di lingkungan Bawaslu serta menjadi wadah untuk menyamakan pemahaman mengenai nilai-nilai dasar ASN serta budaya kerja di lingkungan Bawaslu.
Ketua Bawaslu Provinsi NTB, Itratip, menegaskan bahwa orientasi merupakan agenda wajib yang harus diikuti oleh seluruh PPPK yang telah dinyatakan lulus dan resmi diangkat sebagai bagian dari keluarga besar Bawaslu, ungkap Itratip saat membuka secara resmi kegiatan orientasi.
"Orientasi ini merupakan agenda wajib bagi bapak dan ibu yang sudah dinyatakan lulus dan menerima SK sebagai PPPK Bawaslu Provinsi maupun Bawaslu Kabupaten/Kota di seluruh Provinsi Nusa Tenggara Barat," ujar Itratip.
Menurutnya, orientasi bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi proses penting dalam membentuk cara pandang baru sebagai ASN. Status baru sebagai ASN membawa konsekuensi yang besar, baik dari sisi etika, profesionalisme, maupun tanggung jawab dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat dan mendukung pelaksanaan tugas-tugas pengawasan pemilu.
"Orientasi ini penting karena akan mengubah paradigma kerja dari yang sebelumnya berstatus tenaga kontrak menjadi ASN. Perubahan paradigma tersebut tentu harus disadari sebagai sebuah kesadaran baru dalam menjalankan tugas sebagai aparatur negara," lanjutnya.
Itratip menekankan bahwa setiap ASN Bawaslu dituntut untuk bekerja dengan menjunjung tinggi nilai integritas, akuntabilitas, profesionalitas, serta loyalitas terhadap institusi. Sebagai bagian dari lembaga pengawas pemilu, ASN Bawaslu memiliki peran strategis dalam memberikan dukungan administratif dan teknis guna memastikan seluruh tahapan pengawasan berjalan secara efektif, transparan, dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Lebih lanjut, ia berharap para PPPK dapat memanfaatkan kegiatan orientasi sebagai sarana memperluas wawasan mengenai tugas dan fungsi kelembagaan, memperkuat pemahaman terhadap tata kelola pemerintahan, serta membangun budaya kerja yang kolaboratif dan berorientasi pada pelayanan publik.
"Momentum ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk belajar, memahami budaya organisasi Bawaslu, serta meningkatkan kapasitas diri. Dengan begitu, seluruh PPPK mampu memberikan kontribusi terbaik dalam mendukung pelaksanaan tugas pengawasan pemilu yang profesional dan berintegritas," pesannya.
Selama pelaksanaan orientasi, peserta akan memperoleh berbagai materi yang berkaitan dengan nilai-nilai dasar Aparatur Sipil Negara (ASN), etika dan kode etik ASN, budaya kerja, tata kelola organisasi, hingga penguatan pemahaman mengenai tugas dan fungsi Bawaslu. Materi tersebut diharapkan mampu membekali para PPPK dalam menjalankan perannya secara optimal di unit kerja masing-masing.
Penulis: Marwan's
Foto: SC Zoom Orientasi PPPK