Wujudkan ASN BerAKHLAK, 3 Staf Bawaslu Kota Bima ikuti Orientasi PPPK
|
Kota Bima - Sebanyak 3 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahun anggaran 2025 Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Bima mengikuti orientasi gelombang pertama yang diselenggarakan Bawaslu Provinsi Nusa Tenggara secara daring, Senin (22/6/2026).
Kegiatan orientasi yang akan berlangsung hingga 1 Juli 2026 ini diikuti oleh seluruh PPPK Bawaslu se Provinsi NTB termasuk dari Kota Bima yakni Amrin, Buyung dan Bunyamin. Orientasi yang dibuka oleh Ketua Bawaslu Provinsi NTB ini menjadi langkah awal dalam rangkaian orientasi wajib bagi PPPK Bawaslu untuk membentuk ASN yang profesional, berintegritas, bertanggung jawab, serta menginternalisasikan nilai-nilai ASN BerAKHLAK dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.
Dalam sambutannya, Ketua Bawaslu NTB, Itratip menegaskan bahwa orientasi bagi ASN di lingkungan Bawaslu merupakan kebutuhan penting untuk menyegarkan kembali pemahaman mengenai peran dan tanggung jawab sebagai ASN.
"Orientasi ini menjadi sarana untuk memberikan pemahaman baru tentang apa itu ASN. Tugas-tugas kepengawasan tentu sudah sangat dipahami oleh rekan-rekan yang selama ini telah mengabdi di Bawaslu, bahkan ada yang telah bertugas hingga lima tahun atau lebih. Namun, status sebagai ASN membawa tanggung jawab dan pemahaman baru yang perlu dipahami dengan baik," ujar Itratip.
Ia menambahkan bahwa ASN harus memahami berbagai ketentuan yang mengatur profesinya, termasuk Undang-Undang ASN, kode etik ASN, serta disiplin ASN dalam pelaksanaan tugas.
"Melalui kegiatan orientasi ini, ada perubahan pola pikir dari tenaga kontrak menjadi ASN yang profesional. Karena itu, saya berharap seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan ini dengan serius," tambahnya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Sekretariat Bawaslu Provinsi Nusa Tenggara Barat, Wawan Dermawan, menyampaikan bahwa kegiatan orientasi ini bertujuan memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai organisasi serta perilaku ASN di lingkungan Bawaslu.
"Bagi PPPK, mungkin tugas dan fungsi yang dijalankan sudah dipahami dengan baik. Namun melalui orientasi ini, kami berharap peserta dapat menambah wawasan dan pemahamannya mengenai organisasi serta perilaku sebagai ASN," ungkap Wawan Darmawan.
Menurutnya, orientasi tersebut juga menjadi sarana untuk mengenalkan tugas dan fungsi ASN sekaligus membentuk sikap dan perilaku yang sesuai dengan nilai-nilai dasar ASN.
"Saya berharap para pengajar dapat memberikan ilmu yang bermanfaat dan mudah diserap oleh peserta. Kepada seluruh peserta, untuk mengikuti kegiatan ini dengan baik karena hasil orientasi nanti akan menjadi bagian dari evaluasi. Apabila belum memenuhi ketentuan kelulusan, maka peserta akan mengikuti kembali pada kelas berikutnya," tutupnya.
Penulis: Marwan's
Foto: Marwan's