Lompat ke isi utama

Berita

Wujudkan Pemilu Berkualitas, Bawaslu Segera Bentuk Pusat Pendidikan Pengawasan Partisipatif

Ketua Bawaslu Rahmat Bagja dalam Forum Group Discussion (FGD) Persiapan Pembentukan Pusat Pendidikan Pengawasan Partisipatif Tahun 2025

Ketua Bawaslu Rahmat Bagja dalam Forum Group Discussion (FGD) Persiapan Pembentukan Pusat Pendidikan Pengawasan Partisipatif Tahun 2025 di Jakarta. Senin (19/5/2025).

Kota Bima - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) segera membentuk Pusat Pendidikan Pengawasan Partisipatif (P2P). Targetnya, pembentukan P2P dilakukan pada tahun 2025 ini.

Ketua Bawaslu Rahmat Bagja mengatakan pembentukan P2P ini bertujuan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam mengawasi penyelenggaraan Pemilu atau Pemilihan Serentak.

“Bawaslu memiliki pusat pendidikan pengawasan partisipatif untuk memberikan pendidikan politik kepada masyarakat, pembentukan ini menciptakan proses Pemilu yang lebih berkualitas,” kata Bagja dalam Forum Group Discussion (FGD)  Persiapan Pembentukan Pusat Pendidikan Pengawasan Partisipatif Tahun 2025 di Jakarta, Senin (19/5/2025).

Sementara Anggota Bawaslu Lolly Suhenty mengatakan P2P merupakan program prioritas dan penting dilakukan sebelum masuk pada masa tahapan Pemilu atau Pemilihan.

“Satu-satu program prioritas nasional Bawaslu berlaku dari Tahun 2026 hingga 2029, kita harus mengingatkan banyak orang Pemilu 2029 bukan dilakukan di tahun itu tetapi prosesnya dilakukan jauh hari," ungkap Lolly.

Anggota Bawaslu Totok Hariyono menjelaskan kehadiran Bawaslu tidak hanya saat tahapan Pemilu, Bawaslu juga hadir untuk menguatkan demokrasi pasca Pemilu atau Pemilihan.

“Bawaslu itu bukan sebagai pekerja Pemilu yang ada hanya saat tahapan Pemilu/Pilkada, tetapi kita itu sebagai pekerja demokrasi untuk menjadi lebih baik lagi, itu adalah salah satu tujuan dari program P2P ini,” tegas Totok.

Penulis: Humas Bawaslu Kobi

Sumber: Bawaslu RI

Foto: Jaka Fajar