Lompat ke isi utama

Berita

Goes To School: Atina Ajak Siswa SMAN 3 Jadi Pemilih Cerdas, Kritis dan Berintegritas

Ketua Bawaslu Kota Bima, Atina

Ketua Bawaslu Kota Bima, Atina menjadi pembina upacara dalam kegiatan "Bawaslu Goes to School" di SMAN 3 Kota Bima Senin (20/6/2026).

Kota Bima - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Bima menggelar kegiatan "Bawaslu Goes to School" di SMAN 3 Kota Bima bertujuan memberikan edukasi politik, menanamkan nilai-nilai demokrasi, dan mengajak pelajar menjadi pemilih pemula yang cerdas, kritis dan berintegritas sekaligus mengenalkan peran dan fungsi Bawaslu kepada siswa, Senin (20/6/2026).

Berkesempatan menjadi pembina upacara, Ketua Bawaslu Kota Bima, Atina menjelaskan mengenai tugas dan fungsi Bawaslu sebagai lembaga pengawas pemilu yang independen. Ia mengibaratkan peran Bawaslu layaknya seorang wasit dalam sebuah pertandingan yang bertugas agar pertandingan berjalan adil, jujur, dan sesuai aturan. Samahalnya dengan Bawaslu yang hadir untuk memastikan seluruh proses pemilu berjalan sesuai dengan aturan yang berlaku. 
Bawaslu bertugas mengawasi semua tahapan Pemilu, dan yang diawasi itu tidak hanya Komisi Pemilihan Umum (KPU) saja. Bawaslu juga mengawasi peserta pemilu yakni partai politik serta pasangan calon.

Dihadapan ratusan siswa Atina juga menjelaskan, pada masa non tahapan saat ini bukan berarti berhenti bekerja, melainkan momentum strategis untuk membangun fondasi demokrasi yang kuat sejak dini. Menurutnya, kesadaran berdemokrasi harus dibangun sebelum seseorang memiliki hak pilih sehingga ketika tiba waktunya menggunakan suara, adik-adik telah memiliki pengetahuan serta tanggung jawab sebagai warga negara.

“Melalui sekolah, kami ingin menanamkan nilai-nilai demokrasi, memberikan pendidikan politik bagi pemilih pemula agar tumbuh menjadi pemilih yang cerdas, kritis, dan berintegritas, mengingat adik-adik saat ini akan menjadi pemilih pemula pada pemilu 2029 mendatang, ungkap Atina.

Kelompok pemilih pemula menjadi salah satu segmen strategis karena jumlahnya terus bertambah pada setiap penyelenggaraan pemilu dan dinilai memiliki pengaruh besar terhadap arah demokrasi Indonesia.

Lebih jauh lagi, Atina mengajak seluruh siswa yang hadir untuk bertransformasi menjadi pemilih yang rasional. Ia menegaskan bahwa memilih pemimpin harus didasarkan pada ide, gagasan, dan program nyata, bukan sekadar popularitas atau iming-iming.

“Kenali merekam jejak calon, memahami visi-misinya, dan yang terpenting, tolak segala bentuk politik uang, intimidasi, maupun ikut-ikutan,” imbuhnya.

Selain meningkatkan pemahaman tentang demokrasi, sosialisasi ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran generasi muda untuk ikut berpartisipasi aktif dalam mengawal proses pemilu.

“Keberhasilan demokrasi tidak cukup hanya mengandalkan penyelenggara pemilu. Dukungan masyarakat, termasuk pelajar, menjadi bagian penting dalam menciptakan proses demokrasi, bahkan bisa menjadi pengawas partisipatif yang menyebarkan nilai-nilai demokrasi di lingkungan sekitarnya," katanya.

Diakhir amanatnya, Atina mengingatkan pada bapak/ibu guru akan pentingnya menjaga netralitas dan tidak terlibat dalam politik praktis. Pelanggaran netralitas mencakup berbagai tindakan mulai dari kampanye langsung hingga aktivitas di media sosial, dan berisiko dikenakan sanksi disiplin berat sesuai perundang-undangan.

Selama perhelatan pemilu maupun pemilihan kepala daerah tahun 2024, Bawaslu Kota Bima telah menangani kasus netralitas ASN yang selanjutkan kami teruskan ke Badan Kepegawaian Negara untuk di tindaklanjuti.

Ketua Bawaslu saat menjadi Pembina Upacara d SMAN 3 Kota Bima

Penulis: Marwan's

Foto Marwan's